CINTAKU TAK BERMAKNA
assalamu'alaikum wr.wb apa kabar sahabat sukses yang senantiasa dirahmati Allah S.W.T oke, kali ini bog bos akan berbagi kisah cinta big bos, yang semoga sahabat dapat mengambil ibrah dari kisah cinta big bos ini.
oke, mungkin sebelumnya big bos akan memberitahukan bahwa kisah ini secara nyata big bos rasakan dan alami, big bos belajar banyak dari pengalaman ini. nikmatilah kisah ini wahai sahabat ^_^
"CINTAKU TAK BERMAKNA"
"assalamu'alaikum wr.wb izin memperkenalkan diri nama saya Rizki Nurul 'Arsy. bisa dipanggil iki, atau sekarang lagi terkenal dengan nama cokernya. jadi teman-teman bisa panggil saya iki,rizki,arsy, ataupun coker. tapi paggil saja coker"---ujarku ketika memperkenalkan diri di kelas baruku.
juli, 2011
tepat waktu dimana aku beranjak menuju bangku kelas 8 SMP.yah, akulah coker. seorang pemuda tanah kelahiran Serang, yang berdomisili di Kaujon Singandaru. akulah seorang pemuda yang belum bisa membedakan antara berani atau memalukan diri sendiri. maklumlah, umurku baru menginjak 13 tahun dan pada zamanku, sedang booming-boomingnya sinetron "ISLAM KTP" di salah satu stasion TV nasional.yang mana sinetron itulah yang menjadi sumber dari nama panggilanku "COKER",yah,. coker.. tak memiliki arti yang konkret, lebih kepada abstract dan penafsirannya diserahkan kepada pendengar. Karena fisikku yang kurang berisi banyak yang menafsirkan "Coker" sebagai cowo kerempeng. dan ada pula yang menafsirkan "coker" sebagai pemuda gagah, atau cowo keren. inilah prinsipku ketika aku menginjak masa SMP "BUAT KESAN DI SETIAP HATI ORANG, AGAR TAK MAMPU MELUPAKAN AKU!" yah, untuk mencapai tujuanku ini, aku menggunakan cara dengan menjadi pribadi yang loyal serta memasyarakat dengan ciri khas lawakkan-lawakkan yang tak bermutu. tapi insyallah dengan cara ini aku mampu dikenang oleh banyak orang. khususnya yang satu angkatan denganku.
SMPN 15 KOTA SERANG! Yah itulah papan nama yang terpampang jelas terukir bahkan tampak menjadi prasasti yang melegenda dalam hidupku. yah inilah sekolahku, sekolah yang mana mendidik aku menjadi pribadi yang lebih unggul.
papan nama yang selalu sedia menyambutku ketika aku memasuki bangunan yang memberiku banyak pelajaran khususnya tentang hidup.
kelas 8A. kuperkenalkan kelas baruku untuk pembaca. kelas yang berkomposisikan orang-orang yang "high" baik secara fungsi otak,fisik, maupun lawakannya. tak pernah terfikir olehku, mampu hadir dan menjadi bagian dari kelas yang berkomposisikan orang-orang hebat seperti mereka. bangga rasanya.
kelas ini, merupakan kelas yang paling berkesan dan bersejarah dalam hidupku. karena apa ? karena banyak hal. yang pertama adalah di kelas ini ku menemukan sahabat-sahabat terbaikku,yang kedua adalah otakku diasah sangat disini dan yang ketiga dan yang paling utama, ku bertemu dengan seorang wanita bernama Jessika.
yah Jessika Fatmawati nama lengkapnya. nama ini yang selalu ku dengar maju kedepan lapangan untuk mendapatkan beasiswa yang selalu ku inginkan. Sering ku iri terhadapnya, meskipun aku sendiri belum pernah bertemu dengannya. tapi ku ingin mengenal orang yang dianggap tercerdas di sekolahku.
di kelas 8A inilah, ku diberi kesempatan bertemu dan mengenal dirinya. Ku bayangkan betapa hebatnya ia, seorang wanita yang gagah perkasa dan digdaya mengalahkan ratusan manusia dalam perkara otak.
mungkin sekitar beberapa minggu awal ku memasuki kelas 8A ini, aku belum pernah bertemu dengannya, jika tidak salah, ia menjadi bagian dari rombongan tim olimpiade sekolahku.
yah 1 minggu awal terlewatkan, dan akhirnya ku berkesempatan melihat bagaimana wujud manusia itu. ternyata setelah ku lihat sungguh WAW! fisiknya tinggi berisi dan sederhana serta murah akan senyum. di awal pertemuan kuanggap biasa saja. tak ada yang menarik.
Agustus 2013
karena memang hidup menempuh pendidikan dalam satu ruangan menjadi suatu keharusan berinteraksi dengan wanita yang satu ini. seni budaya merupakan pelajaran yang pertama kali "membuat ruang dan waktu" antara aku dan Jessika.
pada saat itu muasalnya adalah tugas kelompok membuat batik. kami satu kelompok!
seperti halnya teman biasa, kita laksanakan tugas dengan semestinya dan secepatnya. rumahku dijadikan tempat pilihan bagi kawan-kawanku untuk menuntaskan tugas senbud ini. apa mau dikata, sudah pasti ku menyetujui keputusan bersama itu.
dengan cermat kami mengikuti langkah-langkah membuat batik berdasarkan catatan panduan. mulai dari membuat cairan pewarna, pola dan akhirnya penjemuran. selesai sudah tugas itu.
sesaat sebelum kawan-kawanku meninggalkan rumahku terjadilah insiden!. HP Jessika hilang! itu ucapnya padaku. yah karena ku merasa itu menjadi tanggung jawab bersama khususnya aku, karena selain satu kelompok, juga karena bertempat di rumahku. yah ku minta nomor Hpnya dengan niat hanya untuk misscall saja. yah sembari ku menunggu respon dari hp, ku berusaha membantu menenangkan dia. "pasti ketemu, kalo gak ada di kamu pasti di rumah ini" itulah jawabku tegas meyakinkannya. tak berapa lama terdengarlah bunyi samar-samar yang bersumber dari tas Jessika. ternyata oh ternyata Hpnya main petak umpet dengan majikanya. heran jika ku pikir-pikir, padahal ia sudah mengobrak abrik tasnya. oh, mungkin dia panik, sampai-sampai tak bisa membedakan antara penghapus dengan Hp.
yah, mulai dari situ secara tak sengaja ku mendapatkan nomor Hp wanita cerdas itu. tak lama kemudian Jessika mengirimkan pesan padaku dengan isi "makasih yah ..." yah ku balaspun dengan balasan manusia pada umumnya "SaMa-sAMa". yah tak usah khawatir, ini bukan karena keyboardku rusak tapi memang tabiatku ketika bersms yah seperti itu "ALAY" dapat dikata.
selang jika tidak salah 3 hari, wanita dengan gelar juara umum itu bertanya padaku "hey, gimana kain batiknya ? coba lo liat sekarang udah kering atau belum" kurang lebih seperti itu pesannya padaku, mungkin karena di awal, bahasanya masih menggunakan subjek-objek "LO & GW". dan ku tanggapi dengan wajar.
BERSAMBUNG...
Agustus 2013
karena memang hidup menempuh pendidikan dalam satu ruangan menjadi suatu keharusan berinteraksi dengan wanita yang satu ini. seni budaya merupakan pelajaran yang pertama kali "membuat ruang dan waktu" antara aku dan Jessika.
pada saat itu muasalnya adalah tugas kelompok membuat batik. kami satu kelompok!
seperti halnya teman biasa, kita laksanakan tugas dengan semestinya dan secepatnya. rumahku dijadikan tempat pilihan bagi kawan-kawanku untuk menuntaskan tugas senbud ini. apa mau dikata, sudah pasti ku menyetujui keputusan bersama itu.
dengan cermat kami mengikuti langkah-langkah membuat batik berdasarkan catatan panduan. mulai dari membuat cairan pewarna, pola dan akhirnya penjemuran. selesai sudah tugas itu.
sesaat sebelum kawan-kawanku meninggalkan rumahku terjadilah insiden!. HP Jessika hilang! itu ucapnya padaku. yah karena ku merasa itu menjadi tanggung jawab bersama khususnya aku, karena selain satu kelompok, juga karena bertempat di rumahku. yah ku minta nomor Hpnya dengan niat hanya untuk misscall saja. yah sembari ku menunggu respon dari hp, ku berusaha membantu menenangkan dia. "pasti ketemu, kalo gak ada di kamu pasti di rumah ini" itulah jawabku tegas meyakinkannya. tak berapa lama terdengarlah bunyi samar-samar yang bersumber dari tas Jessika. ternyata oh ternyata Hpnya main petak umpet dengan majikanya. heran jika ku pikir-pikir, padahal ia sudah mengobrak abrik tasnya. oh, mungkin dia panik, sampai-sampai tak bisa membedakan antara penghapus dengan Hp.
yah, mulai dari situ secara tak sengaja ku mendapatkan nomor Hp wanita cerdas itu. tak lama kemudian Jessika mengirimkan pesan padaku dengan isi "makasih yah ..." yah ku balaspun dengan balasan manusia pada umumnya "SaMa-sAMa". yah tak usah khawatir, ini bukan karena keyboardku rusak tapi memang tabiatku ketika bersms yah seperti itu "ALAY" dapat dikata.
selang jika tidak salah 3 hari, wanita dengan gelar juara umum itu bertanya padaku "hey, gimana kain batiknya ? coba lo liat sekarang udah kering atau belum" kurang lebih seperti itu pesannya padaku, mungkin karena di awal, bahasanya masih menggunakan subjek-objek "LO & GW". dan ku tanggapi dengan wajar.
BERSAMBUNG...

0 komentar: